SEJARAH DEPARTEMEN PERILAKU KESEHATAN, KEDOKTERAN SOSIAL, DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (PK3L)

Periode Pengembangan

Perkembangan  Departemen Perilaku Kesehatan, Kedokteran Sosial, dan Kesehatan Lingkungan ditandai dengan kelahiran departemen program pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat pada tahun 1982. Ketua  program pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah Prof. dr. Pramono Ahmad, MPH.

Visi Program Studi S2 IKM pada saat itu adalah menjadi institusi penyelenggara pendidikan terdepan di Indonesia bagi para profesional dan peneliti bidang kesehatan masyarakat melalui proses yang berkaitan dengan upaya penemuan (discovery) dan aplikasi (application) ilmu baru sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas baik nasional maupun internasional.

Pada tahun 1985, dr. Rossi Sanusi, MPA., Ph.D. menggantikan Prof. dr. Pramono Ahmad, MPH. sebagai ketua Program Studi S2 IKM Fakultas Kedokteran UGM. Pengembangan kurikulum pun dilakukan dengan menitikberatkan pada Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Pada tahun ajaran 1985 – 1986, program S2 IKM dibuka dengan 2 konsentrasi, yaitu Manajemen Pelayanan Kesehatan  dan Konsentrasi Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat.

Periode Transisi

Tahun 1991 menjadi salah satu tahun penting dalam sejarah Departemen Perilaku Kesehatan, Kedokteran Sosial, dan Kesehatan Lingkungan karena Minat IKM berubah nama menjadi Minat Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat dengan koordinator dr. Doeljachman, MH, SKM., M.Sc.

Pada periode kepemimpinan dr. Doeljachman, Mh, SKM., M.Sc.Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan, mengalami berbagai kemajuan. Pada tahun 1993 Minat Perilaku dan Pendidikan Kesehatan Masyarakat mengalami perubahan nama lagi menjadi Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan. Pada periode kepemimpinan dr. Doeljachman, Mh, SKM., M.Sc, terjadi kerjasama antara Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan dengan berbagai macam pemangku kepentingan kunci, seperti BKKBN dan sektor swasta lainnya seperti Fullbright AMINEF, dan lembaga lain yang terkait.

Pada tahun 2000, ahli-ahli kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja di lingkungan Fakultas Kedokteran UGM mulai muncul dan berupaya mengembangkan minat tersendiri. Pada tahun 2000, berdirilah Minat Kesehatan Lingkungan dan K3. Selanjutnya, Pada bulan April 2000, Minat PPK mendirikan Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP) sebagai sarana pengembangan keilmuan Perilaku dan Promosi Kesehatan.

Distance Learning: Terobosan Peningkatan Kapasitas SDM Daerah (Periode 2002-2008)

Pada tahun 2002, ketua Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan dijabat oleh dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH. pada periode ini disepakati perjanjian kerjasama (Memorandum of Understanding / MoU) antara Minat PPK dengan Departemen Kesehatan RI untuk mendorong pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu agar melanjutkan studi S2. Tingginya kebutuhan di daerah untuk melanjutkan pendidikan namun terbentur dengan kendala pekerjaan pada institusi yang tetap harus diselesaikan, menjadi inspirasi dibukanya program pendidikan jarak jauh pada tahun 2005.

Keberadaan dan kemajuan sistem informasi menjadi salah satu pertimbangan diberlangsungkannya pendidikan jarak jauh (distance learning). Dengan kemajuan sistem informasi di Indonesia, dan adanya kebutuhan tenaga kesehatan untuk menempuh pendidikan lanjut serta adanya kendala keterbatasan SDM di institusi sehingga tidak memungkinkan untuk sepenuhnya berada di Yogyakarta selama masa studi, maka distance learning menjadi jawabannya.

Implementasi Metode Student Center Learning

Dibawah pimpinan Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, PhD, Minat PPK kembali melakukan inovasi pendidikan yaitu dengan memberlakukan metode Student Center Learning (SCL). Setelah melalui beberapa kali workshop untuk penyiapan SCL, maka pada tahun 2008 metode SCL mulai diberlakukan di Minat Promosi dan Perilaku Kesehatan.

Lahirnya Minat Kesehatan Lingkungan (tahun 2009) dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (2014)

Sesuai dengan batang ilmu kesehatan masyarakat, maka kesehatan lingkungan merupakan salah satu core public health. Pada tahun 2009, lahirlah Minat Kesehatan Lingkungan dan pada tahun 2014 Minat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Lahirnya Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial

Dengan terbitnya Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Fakultas Kedokteran UGM yang baru, Minat PPK, Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja bergabung menjadi satu departemen dengan nama Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (Health Behavior, Environment, and Social Medicine). Departemen ini memiliki 2 divisi yaitu Divisi Perilaku dan Promosi Kesehatan serta Divisi Kesehatan Lingkungan dan K3.

Peleburan ini dilakukan sebagai jawaban atas tuntutan permasalahan kesehatan masyarakat global. Dengan pengintegrasian kedua bidang ilmu ini, pendekatan sosial ekologis yang menyasar seluruh dimensi lingkungan dan seluruh lapisan masyarakat dapat dilakukan secara maksimal dan menghasilkan intervensi yang efektif untuk terwujudnya masyarakat sehat.

Selain mengembangkan pendidikan di bidang perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial, Departemen HBES berupaya mengabdi pada masyarakat dalam bentuk penyediaan jasa konsultasi, penyelenggaraan pelatihan, seminar dan kegiatan ilmiah terkait perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial.

Departemen HBES juga berupaya menerapkan perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial untuk melindungi masyarakat dari faktor lingkungan yang membahayakan kesehatan, mengembangkan dan mengusulkan kebijakan kesehatan masyarakat di tingkat lokal dan nasional serta melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masyarakat terkait perilaku kesehatan, lingkungan dan kedokteran sosial.