Dalam era 4.0, masyarakat seharusnya memiliki kecakapan dalam memanfaatkan dunia digital untuk menghindari penyebaran berbagai informasi yang tidak benar (hoax) di masyarakat. Kecakapan tersebut terdiri dari kecakapan dalam mengakses, menyeleksi, memahami, mendistribusikan, memproduksi, memverifikasi, mengevaluasi, berpartisipasi dan berkolaborasi dalam dunia digital. Dalam dunia kesehatan, kecakapan tersebut atau yang biasa disebut sebagai literasi digital sangat penting untuk menyaring dan mengantisipasi berbagai informasi kesehatan di masyarakat.

Pembahasan mengenai literasi digital kesehatan menjadi poin utama yang disampaikan dalam seminar “Digital Health Promotion: Merespon Tantangan Era 4.0 di Bidang Kesehatan”  yang diprakarsai oleh Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat bekerjasama dengan Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan (FK-KMK) UGM pada Rabu, 2 Oktober 2019. Seminar ini menghadirkan Wisnu Martha Adiputra SIP., MA, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UGM, dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D., pemerhati dan penggiat promosi kesehatan digital FK-KMK UGM dan Wisaksono Adhi, manager INAHEALTH FK-KMK UGM. Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta baik dari dalam maupun luar UGM, secara langsung maupun melalui webinar.

Selain literasi digital, kolaborasi juga menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh promotor kesehatan. Di era digital dan disruptif ini, tenaga kesehatan dituntut untuk mempunyai keterampilan sosial dan emosional yang meliputi kepemimpinan, kewirausahaan dan kemampuan negosiasi; serta kemampuan menganilisis, menginterpretasi informasi yang kompleks dan keterampilan berpikir kritis. Dalam kasus pengembangan INAHEALTH, sebuah saluran informasi kesehatan FK-KMK UGM, misalnya, kolaborasi antara tenaga kesehatan serta praktisi pertelevisian menjadi kunci penting dalam berhasilnya promosi kesehatan digital. Sebagai salah satu gerakan promosi kesehatan digital, hingga saat ini saluran INAHEALTH dalam platform Youtube telah dilanggan lebih dari 5000 pelanggan.

Oleh karena itu, kolaborasi dan penanaman literasi digital perlu dikuatkan untuk menghadapi tantangan era 4.0 dan society 5.0. Melalui kolaborasi dan penanaman literasi digital, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan dunia digital dengan bijak dan optimal. Materi dan hasil diskusi seminar dapat diakses melalui link  http://ugm.id/digitalhp . (Kontributor: Fitrina/Luthfi)

Kendalikan Stress, Tingkatkan Aktivitas Fisik, dan Pola Makan Sehat: Kampanye Healthy Campus Mahasiswa S2 Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan

HPU FK-KMK UGM- Kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan adalah salah satu langkah nyata dalam merealisasikan HPU (Health Promoting University), seperti kegiatan kampanye kampus sehat yang telah dilakukan oleh mahasiswa S2 Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Departemen HBES (Health Behavior, Environment and Social Medicine). Kegiatan sosialisasi kampus sehat dilakukan di tiga fakultas di UGM, yaitu Fakultas Farmasi, Teknologi Pertanian, dan Fisipol,  melalui kegiatan promosi kesehatan mental, healthy food, dan kantin sehat.

Berdasarkan hasil analisis komunitas yang telah dilakukan tim promkes UGM melalui survei didapatkan sebanyak sebanyak 21,4% dari 56 responden mengaku kadang-kadang pernah terlintas untuk bunuh diri serta terdapat 5,4% yang menjawab selalu terlintas untuk bunuh diri. Disamping itu, kebutuhan akan makan sehat dirasa sangat perlu, karena 64% dari 74 mahasiswa Teknologi Pertanian tidak terbiasa sarapan pagi, serta kesukaan akan gorengan dan junk food, tidak suka sayuran dan buah.

Berbagai jenis kegiatan yang sudah dimulai sejak bulan Februari hingga September mulai dari pembuatan poster, video, lomba infografis, seminar stand up and be resilience, senam, pelatihan pembuatan video, pembentukan posbindu PTM, pelatihan kantin sehat, serta pembentukan peer support yang dipresentasikan mahasiswa pada hari Senin, 30 September 2019 di Gazebo IKM UGM. Dengan adanya kegiatan kampanye HPU ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam penerapan ilmu yang telah di dapat sebelumnya di kelas (Vivian).